بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Home » , » Surat Al Fatihah

Surat Al Fatihah

Written By kaktri ono on Selasa, 25 Juni 2013 | 08.25

بِسْمِ
dengan nama
ٱللَّهِ
Allah
ٱلرَّحْمَٰنِ
Maha Pemurah
ٱلرَّحِيمِ
Maha Penyayang

bismi allaahi alrrahmaani alrrahiimi
1. Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. [1]

[1] Maksudnya: saya memulai membaca al-Fatihah ini dengan menyebut nama Allah. Setiap pekerjaan yang baik, hendaknya dimulai dengan menyebut asma Allah, seperti makan, minum, menyembelih hewan dan sebagainya. Allah ialah nama zat yang Maha Suci, yang berhak disembah dengan sebenar-benarnya, yang tidak membutuhkan makhluk-Nya, tapi makhluk yang membutuhkan-Nya. Ar-Rahmaan (Maha Pemurah): salah satu nama Allah yang memberi pengertian bahwa Allah melimpahkan karunia-Nya kepada makhluk-Nya, sedang ar-Rahiim (Maha Penyayang) memberi pengertian bahwa Allah senantiasa bersifat rahmah yang menyebabkan Dia selalu melimpahkan rahmat-Nya kepada makhluk-Nya.

ٱلْحَمْدُ
pujian
لِلَّهِ
bagi Allah
رَبِّ
Tuhan/Pemelihara
ٱلْعَٰلَمِينَ
alam semesta

alhamdu lillaahi rabbi al'aalamiina
2. Segala puji [2] bagi Allah, Tuhan semesta alam. [3]

[2] Alhamdu (segala puji). Memuji orang adalah karena perbuatannya yang baik yang dikerjakannya dengan kemauan sendiri. Maka memuji Allah berarti: menyanjung-Nya karena perbuatan-Nya yang baik. Lain halnya dengan syukur yang berarti: mengakui keutamaan seseorang terhadap ni'mat yang diberikannya. Kita menghadapkan segala puji bagi Allah ialah karena Allah sumber dari segala kebaikan yang patut dipuji.

[3] Rabb (Tuhan) berarti: Tuhan yang ditaati Yang Memiliki, Mendidik dan Memelihara. Lafadz "rabb" tidak dapat dipakai selain untuk Tuhan, kecuali kalau ada sambungannya, seperti rabbul bait (tuan rumah). 'Alamiin (semesta alam): semua yang diciptakan Tuhan yang terdiri dari berbagai jenis dan macam, seperti: alam manusia,alam hewan, alam tumbuh-tumbuhan, benda-benda mati dan sebagainya. Allah pencipta semua alam-alam itu.

ٱلرَّحْمَٰنِ
Maha Pemurah
ٱلرَّحِيمِ
Maha Penyayang

alrrahmaani alrrahiimi
3. Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

مَٰلِكِ
Raja
يَوْمِ
hari
ٱلدِّينِ
pembalasan

maaliki yawmi alddiini
4. Yang menguasai [4] di Hari Pembalasan [5]

[4] Maalik (Yang Menguasai) dengan memanjangkan "mim", yang berarti: pemilik. Dapat pula dibaca dengan (dengan memendekkan mim), artinya: Raja.

[5] Yaumiddin (hari pembalasan): hari yang di waktu itu masing-masing manusia menerima pembalasan amalannya yang baik maupun yang buruk. Yaumiddin disebut juga yaumulqiyaamah, yaumulhisaab, yaumuljazaa' dan sebagainya.
إِيَّاكَ
hanya kepadaMu
نَعْبُدُ
kami menyembah
وَإِيَّاكَ
dan hanya kepadaMu
نَسْتَعِينُ
kami mohon pertolongan

iyyaaka na'budu wa-iyyaaka nasta'iinu
5. Hanya Engkaulah yang kami sembah [6], dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan. [7]

[6] Na'budu diambil dari kata 'ibaadat: kepatuhan dan ketundukkan yang ditimbulkan oleh perasaan terhadap kebesaran Allah, sebagai Tuhan yang disembah, karena berkeyakinan bahwa Allah mempunyai kekuasaan yang mutlak terhadapnya.

[7] Nasta'iin (minta pertolongan), terambil dari kata isti'aanah: mengharapkan bantuan untuk dapat menyelesaikan suatu pekerjaan yang tidak sanggup dikerjakan dengan tenaga sendiri.
ٱهْدِنَا
tunjukkan kami
ٱلصِّرَٰطَ
jalan
ٱلْمُسْتَقِيمَ
lurus

ihdinaa alshshiraatha almustaqiima
6. Tunjukilah [8] kami jalan yang lurus,

[8] Ihdina (tunjukilah kami), dari kata "hidayaat": memberi petunjuk ke suatu jalan yang benar. Yang dimaksud dengan ayat ini bukan sekedar memberi hidayah saja, tetapi juga memberi taufik.
صِرَٰطَ
jalan
ٱلَّذِينَ
orang-orang
أَنْعَمْتَ
diberi nikmat
عَلَيْهِمْ
kepadanya
غَيْرِ
bukan
ٱلْمَغْضُوبِ
orang yang dimurkai
عَلَيْهِمْ
kepadanya
وَلَا
dan tidak
ٱلضَّآلِّينَ
orang-orang yang sesat

shiraatha alladziina an'amta 'alayhim ghayri almaghdhuubi 'alayhim walaa aldhdhaalliina
7. (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri ni'mat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat. [9]

[9] Yang dimaksud dengan "mereka yang dimurkai" dan "mereka yang sesat" ialah semua golongan yang menyimpang dari ajaran Islam.
Share this article :

0 komentar:

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Iqro - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger